Jumat, 30 Maret 2012

Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan



1.      Pengertian Perkembangbiakan Generatif
Menurut Yudistira (2009: 23-25) perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan melibatkan organ tumbuhan yang berupa bunga. Di dalam bunga terdapat alat perkembangbiakan yang dapat menghasilkan sel kelamin.
Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan melibatkan alat perkembangbiakan secara kawin atau seksual karena terjadi peleburan sel kelamin jantan (sperma) dan sel kelamin wanita (ovum). Peleburan sel gamet disebut pembuahan. Pada tumbuhan biji tertutup, pembuahan didahului oleh penyerbukan, yaitu menempelnya serbuk sari di kepala putik. Pembuahan akan menghasilkan biji. Biji yang jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi individu baru.
2.      Bagian-bagian Bunga
Pada umumnya bunga mempunyai bagian-bagian:
a.       Tangkai bunga
b.      Dasar bunga, merupakan ujung tangkai yang melebar
c.       Perhiasan bunga, terdiri atas:
1)      Kelopak, biasanya berwarna hijau dan merupakan selubung bunga ketika masih kuncup.
2)      Mahkota disebut juga tajuk bunga, warnanya bermacam-macam dan merupakan warna bunga. Ada pula bunga yang tidak mempunyai perhiasan bunga. Bunga ini disebut bunga telanjang. Ada juga bunga yang mahkota dan kelopaknya tidak dapat dibedakan. Perhiasan bunga ini disebut tenda bunga, misalnya pada bunga anggrek.
d.      Alat kelamin bunga
1)      Alat kelamin jantan, yaitu benang sari, yang terdiri atas dua bagian. Yaitu tangkai sari dan kepala sari. Di kepala sari terdapat serbuk sari.
2)      Alat kelamin betina, yaitu putik. Putik mempunyai bagian-bagian:
a)      Bakal buah, yaitu bagian putik yang kelihatan membesar dan terletak di atas dasar bunga.
b)      Tangkai putik, berbentuk seperti benang, terdapat di sebelah atas bakal buah.
c)      Kepala putik, terdapat pada ujung tangkai putik.
3.      Macam-macam Bunga
Menurut Dwi Suhartanti dkk. (2009: 20-25) berdasarkan kelengkapan bagian-bagiannya, bunga dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut.
a.       Bunga lengkap, yaitu bunga yang memiliki semua bagian bunga (putik, benang sari, mahkota, dan kelopak). Contohnya, bunga sepatu, bunga cabe, dan bunga jambu.
b.      Bunga tidak lengkap, yaitu bunga yang tidak memiliki satu atau lebih bagian-bagian bunga. Sebagai contoh, bunga kelapa dan bunga salak tidak memiliki putik.
Atas dasar kelengkapan alat perkembangbiakan, terdapat dua macam bunga.
a.       Bunga sempurna, yaitu bunga yang memiliki dua alat perkembangbiakan (benang sari dan putik). Contohnya, bunga kacang tanah.
b.      Bunga tidak sempurna, yaitu bunga yang hanya memiliki satu alat perkembangbiakan (benang sari saja atau putik saja). Contohnya, bunga jagung.
Berdasarkan keberadaan alat perkembangbiakannya, terdapat dua macam tumbuhan, yaitu sebagai berikut.
a.       Tumbuhan berumah dua, yaitu apabila dalam satu tumbuhan hanya memiliki satu macam alat perkembangbiakan (benang sari saja atau putik saja). Contohnya, bunga salak dan bunga belinjo.
b.      Tumbuhan berumah satu, yaitu apabila dalam satu tumbuhan terdapat dua macam alat perkembangbiakan (benang sari dan putik). Contohnya bunga jambu dan bunga mangga.
4.      Penyerbukan (Polinasi)
Peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala putik disebut penyerbukan. Peristiwa penyerbukan memungkinkan serbuk sari membentuk buluh serbuk untuk mengantarkan inti ke dalam bakal biji.
Berdasarkan asal serbuk sari dapat dibedakan 4 macam penyerbukan, yaitu:
a.       Penyerbukan sendiri (autogami): serbuk sari jatuh pada kepala putik bunga itu sendiri.
b.      Penyerbukan tetangga (geitonogami): serbuk sari jatuh pada kepala putik bunga lain yang sepohon.
c.       Penyerbukan silang (allogami): serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga tanaman lain yang sejenis.
d.      Penyerbukan bastar (hibridasi): serbuk sari jatuh pada kepala putik bunga tanaman lain yang berbeda varietas (misalnya penyerbukan antara mangga gadung dengan mangga golek).
Penyerbukan juga dapat dibedakan berdasarkan faktor perantaranya, antara lain:
a.       Penyerbukan oleh angin (anemogami). Tumbuan yang penyerbukannya dibantu oleh angin mempunyai ciri-ciri: serbuk sari ringan, kecil, dan banyak, putik berbentuk seperti bulu ayam, perhiasan bunga tidak mencolok. Adapula yang tidak mempunyai perhiasan bunga. Contohnya bunga jagung, bunga padi.
b.      Penyerbukan dengan perantaraan air (hidrogami), terjadi pada tumbuhan yang hidup di air, misalnya hydrilla.
c.       Penyerbukan dengan perantaraan hewan (zoidiogami), misalnya oleh serangga (entomogami), kelelawar (kriptorogami), burung (ornitogami), siput (malakogami). Bunga yang penyerbukannya dibantu oleh hewan mempunyai ciri-ciri: warna menarik, serbuk sari lengket dan menghasilkan sesuatu yang menarik hewan perantara.
d.      Penyerbukan oleh manusia, contohnya sayuran, bunga anggrek dan tanaman vanili.
5.      Pembuahan (Fertilisasi)
Setelah terjadi penyerbukan, pada umumnya diikuti peristiwa pembuahan. Pembuahan adalah peristiwa peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Namun, tidak semua peristiwa penyerbukan selalu diikuti dengan pembuahan. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor berikut.
a.       Serbuk sari telah masak, namun sel telur belum siap dibuahi.
b.      Sel telur siap dibuahi, namun serbuk sari belum masak. Akibatnya, pada saat serbuk sari menghasilkan sel kelamin, sel telurnya telah mati.
c.       Letak kepala putik lebih tinggi daripada benang sari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar